TUGAS MAKALAH
SENAM
LANTAI
Nama
: AYU ALIFAH MAULIDINA
Kelas
: 7 i
Bidang
Studi :
Penjaskes
SMP
NEGERI 1 KOTA SERANG
TAHUN
2017
KATA PENGANTAR
Segala
Puji dan Syukur saya Ucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwasanya saya telah
dapat membuat Makalah Tentang Senam Lantai walaupun banyak sekali hambatan dan
kesulitan yang saya hadapi dalam menyusun makalah ini, dan mungkin makalah ini
masih terdapat kekurangan dan belum bisa dikatakan sempurna dikarenakan keterbatasan
kemampuan saya.
Oleh karena itu saya
sangat mengharapkan ktitik dan saran yang bersifat membangun dari semua pihak
terutama dari Bapak/Ibu Guru supaya saya dapat lebih baik lagi dalam menyusun
sebuah makalah di kemudian hari, dan semoga makalah ini berguna bagi siapa saja
terutama bagi teman-teman yang hobi atau ingin lebih tahu lebih banyak tentang
olahraga basket.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ............................................................................................................................... 1
Daftar Isi ......................................................................................................................................... 2
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 3
A.. Latar Belakang .............................................................................................................. 3
B.. Rumusan Masalah ......................................................................................................... 3
C.. Tujuan Penulisan Makalah ............................................................................................ 4
BAB II LANDASAN TEORI ....................................................................................................... 4
A. Pengertian
Senam Lantai .............................................................................................. 4
B. Sejarah
Senam Lantai di Indonesia .............................................................................. 5
C. Jenis-jenis
Senam Lantai yang Ada .............................................................................. 5
1... Guling ke depan (Fordward Roll) .........................................................................
5
2... Kayang .................................................................................................................... 5
3... Lompat Harimau ..................................................................................................... 6
4... Hand Stand ............................................................................................................. 7
5... Meroda .................................................................................................................... 7
6... Lompat Jongkok ..................................................................................................... 8
7... Round Off .............................................................................................................. 8
8... Lompat Kangkang .................................................................................................. 9
9.Hand Stand .................................................................................................................................. 9
10.Guling Lenting ......................................................................................................................... 10
D.Peraturan Senam
Lantai ............................................................................................................ 11
BAB III PENUTUP ..................................................................................................................... 12
A.Simpulan .................................................................................................................... 12
B.Saran .......................................................................................................................... 13
Daftar Pustaka .............................................................................................................................. 14
BAB 1
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Senam lantai (Floor
Exercise) adalah salah satu jenis cabang olahraga yang digemari saat ini, senam
lantai merupakan salah satu bagian dari rumpun senam. Sesuai
dengan istilahnya, maka gerakan-gerakan senam dilakukan di atas lantai yang
beralaskan matras atau permadani. Senam lantai sering juga di sebut
dengan senam bebas, sebab pada waktu
melakukan gerakan tidak membawa alat atau menggunakan alat. Senam lantai
menggunakan area yang berukuran 12 X 12 m dan dapat ditambahkan matras
sekeliling area selebar 1 meter untuk menjaga keamanan pesenam yang baru melakukan
latihan atau rangkaian gerakan. Unsur-unsur gerakannya terdiri mengguling,
melompat berputar di udara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk
mempertahankan sikap seimbang pada waktu melompat ke depan atau ke belakang.
Bentuk gerakannya merupakan gerakan dasar senam perkakas, bentuk latihannya
pada putera maupun puteri pada dasarnya adalah sama, hanya untuk puteri
dimasukkan unsur-unsur gerakan balet.
Senam lantai mulai
berkembang diindonesia pada awal tahun 1963, dimana pada saat itu bertepatan
dengan pelaksanaan pesta olahraga Ganefo I di Jakarta pada tahun 1963, yang
mana setiap artistik merupakan salahsatu cabang olahraga yang dipertandingkan,
untuk ini perlu dibentuk suatuorganisasi yang berfungsi menyiapkan para
pesenamnya. Organisasi ini dibentukpada tanggal 14 Juli 1963 dengan
nama PERSANI (Persatuan Senam Indonesia),atas prakarsa dari tokoh-tokoh
olahraga se-Indonesia yang menangani danmempunyai keahlian pada cabang
olahraga senam. Promotornya dapatdiketengahkan tokoh-tokoh dari daerah seperti
: Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah,Jawa Timur, Sumatera Utara. Wadah
inilah kemudian telah membina danmenghasilkan atlet-atlet senam yang dapat
ditampilkan dalam Ganefo I dan untukpertama kalinya pula pesenam-pesenam
Indonesia menghadapi pertandinganInternasional. Kegiatan selanjutnya adalah
mengikut sertakan tim senam dalamrangka Konferensi Asia Afrika I dan dalam
Ganefo Asia, dimana untukmempersiapkan atlet-atlet Indonesia ini dipanggil
pelatih-pelatih senam dari RRC,maka dengan demikian Indonesia mengalami
kemajuan dalam prestasi olahragasenam. Tetapi sangat disayangkan bahwa harapan
yang mulai tumbuh harus
B.
Rumusan Masalah
Dari uraian diatas,
kami dapat merumuskan beberapa pertanyaan yang menjadi dasar pembahasan dalam
makalah :
1. Bagaimana sejarah senam lantai di dunia?
2. Bagaimana sejarah senam lantai di Indonesia
?
3. Apa saja jenis-jenis dari Senam lantai yang
ada ?
4. Cara melakukan rol depan yang benar ?
5. Cara melakukan rol belakang yang benar?
6. Kesalahan pada saat melakukan rol depan dan
belakang?
7. Bagaimana Peraturan Lomba Senam Lantai Pada
Pekan – Pekan Olahraga ?
8. Profil beberapa nama-nama atlet senam lantai
Indonesia ?
C. Tujuan Penulisan Makalah
Tujuan dari penulisan
makalah ini adalah :
1. Mengetahui sejarah dari senam lantai di
dunia
2. Mengetahui sejarah dari senam lantai di
Indonesia
3. Mengetahui jenis-jenis dari senam lantai
yang ada di Indonesia
4. Mengetahui cara melakukan rol depan yang
benar
5. Mengetahui cara melakukan rol belakang yang
benar
6. Mengetahui kesalahan – kesalahan pada saat
melakukan rol depan dan belakang
7. Mengetahui beberapa peraturan penting dalam
perlombaan Senam Lantai
8. Menambah wawasan mengenai beberapa nama
atlet senam lantai Indonesia.
BAB II
LANDASAN TEORI
A. Pengertian Senam Lantai
Senam lantai ( floor
exercise) adalah satu bagian dari rumpun senam, sesuai dengandengan istilah
Lantai,maka gerakan-gerakan senam yang dilakukan di atas yang beralasanmatras atau permadani atau sering juga disebut
dengan istilah latihan bebas,sebab padawaktu melakukan gerakan atau latihannya.
Pesenam tidak boleh menggunakan alat atausuatu benda. Senam lantai menggunakan
area yang berukuran 12 x 12 meter, dan area 1meter untuk menjaga keamanan pesenam yang baru melakukan latihan atau rangkaiangerakan.
Unsur
unsur gerakannya terdiri mengguling, melompat berputar di
udara, menumpu dengan dua tangan atau kaki untuk mempertahankan sikap seimbang
padawaktu melompat ke
depan atau ke belakang. Bentuk gerakannya merupaka gerakan dasar senam
perkakas, bentuk latihannya pada putera maupun puteri pada dasarnya adalah
sama,hanya untuk puteri dimasukkan unsur-unsur gerakan balet.
B. Sejarah
Senam Lantai di Dunia
Tidak pernah diketahui
secara pasti kapan manusia mulai mengenal latihan tubuh yang berupa senam dalam
sejarah kemanusiaan. Tetapi setiap negara memiliki keterangan dan tanda-tanda
adanya aktivitas senam. Misalnya pada jaman kuno (2000-1000 SM) di negara Cina
terdapat kegiatan yang bertujuan sebagai sarana penyembuhan dan pengobatan, di
India dikenal latihan yoga sebagai senam estetis, di Mesir ada latihan senam
yang menyerupai gymnastic Jerman Kuno, dan di Jerman Kuno sendiri dapat dilihat
lukisan-lukisan jambangan-jambangan di kota Kreta sekitar tahun 2000 SM.
Dari abad ke-19 menuju
abad ke-20 terjadi peralihan pada semua bidang lapangan hidup. Penemuan mesin
uap dan tenaga listrik membawa perubahan dalam cara kerja. Kerja manusia harus
menyusaikan diri dari alat kerja tangan menjadi kerja mesin uap. Bersama dengan
penemuan dalam bidan teknik dan IPA terjadi perubahan pula dalam pandangan ilmu
pengetahuan jiwa, olah karena itu terjadi perubahan besar dalam senam.
Pada tahun 1908, senam untuk pertama kalinya
dipertandingkan dalam Olimpiade IV di London, Inggris. sekaligus dalam event
tersebut dibentuklah sebuah organisasi senam dunia yang dinamakan FIG (Federation
International Gymnastic).
C. Sejarah
Senam Lantai di Indonesia
Olahraga
senam masuk ke Indonesia bersamaan dengan masuknya tentara Jepang, dibuktikan
dengan dikenalkannya senam Talso di kalangan tentara PETA. Pada tahun 1963,
senam mulai dipertandingkan di pesta olahraga GANEFO (Games of The New
Amarging Force)dan induk organisasi senam di Indonesia adalah
Persani (Persatuan Senam Seluruh Indonesia.
E. Jenis-Jenis
Senam Lantai yang Ada:
1.
Guling ke depan (Forward Roll)
Guling depan adalah
guling yang dilakukan ke depan. Adapun langkah-langkah untuk melakukan guling
ke depan :
a.
Berdiri tegak, kedua tangan lurus di samping badan.
b.
Angkat kedua tangan ke depan, bungkukkan badan, letakkan kedua
telapak tangan di atas matras.
c.
Siku ke samping, masukkan kepala di antara dua tangan.
d. Sentuhkan bahu ke
matras.
e.
Bergulinglah ke depan.
f.
Lipat kedua lutut, tarik dagu dan lutut ke dada dengan posisi
tangan merangkul lutut.
g.
Sikap akhir guling depan adalah jongkok kemudian berdiri tegak gambar roll depan
2. Kayang
Kayang adalah posisi
kaki bertumpu dengan empat titik dalam keadaan terbalik dengan meregang dan
mengangkat perut dan panggul. Nilai dari pada gerakan kayang yaitu dengan
menempatkan kaki lebih tinggi memberikan tekanan pada bahu dan sedikit pada
pinggang.Manfaat dari gerakan kayang adalah untuk meningkatkan kelentukan bahu,
bukan kelentukan pinggang.
Cara melakukan gerakan
kayang sebagai berikut :
a.
Sikap permulaan berdiri, keduan tangan menumpu pada pinggul.
b.
Kedua kaki ditekuk, siku tangan ditekuk, kepala di lipat ke
belakang.
c.
Kedua tangan diputar ke belakang sampai menyentuh matras sebagai
tumpuan.
d. Posisi badan
melengkung bagai busur gambar kayang
3.
Lompat harimau
Secara
prinsip teknik gerakan loncat harimau tidak jauh berbeda dengan teknik gerakan
roll ke depan.Loncat harimau adalah sikap loncatan membusur dengan kedua tangan
lurus ke depan pada saat melayang dan diteruskan dengan gerakan mengguling ke
depan dan sikap akhir jongkok.
Cara
melakukannya sebagai berikut:
a.
Berdiri tegak, kedua lengan lurus di samping, pandangan lurus ke
depan.
b.
Kedua kaki menolak pada papan tolak disertai ayunan lengan
keatas, badan melayang, tangan menumpu pada pangkat kuda-kuda, dan pandangan
dipusatkan di depan dekat tangan.
c.
Kedua tangan menolak dengan sekuat tenaga dan lutut di lipat ke
dada. Luruskan tungkai saat berada diatas ujung kuda-kuda.
d. Sikap akhir jongkok
terus berdiri
4.
Hands Stand
a. Sikap permulaan
berdiri tegak, salah satu kaki sedikit ke depan.
b. Bungkukkan badan,
tangan menumpu pada matras selebar bahu lengan keras, pandangan sedikit ke
depan, pantat didorong setinggi-tingginya, tungkai depan bengkok sedang tungkai
belakang lurus.
c. Ayunkan tungkai
belakang ke atas, kencangkan otot perut.
d. Kedua tungkai rapat
dan lurus merupakan satu garis dengan badan dan lengan, pandangan diantara
tumpuan tangan, badan dijulurkan ke atas.
e. Keseimbangan.
5.
Meroda
Gerak memutar tubuh dari sikap menyamping dengan tumpuan gerakan
pada kedua kaki dan tangan.Latihan meroda dapat dilakukan secara bertahap yaitu
dari melakukan satu kali gerakan meroda,apabila sudah merasakan baik dapat di
tingkatkan menjadi beberapa kali gerakan :
a.
Mula-mula berdiri tegak menyamping, kedua kaki dibuka sedikit
lebar, kedua tangan lurus ke atas serong ke samping (menyerupai huruf V) dan
pandangan ke depan.
b.
Kemudian jatuhkan badan ke samping kiri, letakkan telapak tangan
ke samping kiri, kemudian kaki kanan terangkat lurus ke atas. Disusul dengan
meletakkan telapak tangan di samping tangan kiri.
c.
Saat kaki kanan diayunkan, maka kaki kiri ditolak pada lantai,
sehingga kedua kaki terbuka dan serong ke samping.
d.
Kemuidan letakkan kaki kanan ke samping tangan kanan, tangan
kiri terangkat disusul dengan meletakkan kaki kiri di samping kaki kanan.
e.
Badan terangkat, kedua lengan lurus ke atas ke posisi semula.
Cara
memberikan bantuan merodadalah sebagai berikut :
a.
Pembantu memberikan bantuan dengan cara berdiri di belakang
orang yang melakukan gerakan meroda .
b.
pada saat badan dan kedua kaki yang melakukan meroda terangkat
ke atas, pembantu segera memegang kedua sisi pinggulnya .
c.
Pada waktu gerakan meroda ke samping, pembantu tetap memegang
kedua sisi pinggulnya sampai kedua kaki menumpu di lantai .
6.
Lompat Jongkok
Cara
melakukan lompat jongkok :
a.
Awalan lari cepat badan condong kedepan
b.
Kedua kaki menolak pada papan sekuat-kuatnya disertai ayunan
lengan dari belakang bawah kedepan, badan lurus, dan tungkai di pisahkan.
c.
Saat tangan menyentuh pada bagian pangkal kuda-kuda segera
menolak sekuat-kuatnya.badan melasyang diatas kuda-kuda dalam sikap lurus,
lengan direntangkan, tungkai lurus dipisahkan, dan pandangan kedepan.
d. Mendarat dengan ujung
kaki mengeper dan lengan di rentangkan keatas.
7. Round Off
Round off adalah :
Suatu satuan gerakan yang terdiri dari :
a.
Melakukan hand stand dengan berputar pada sumbu tegak.
b.
Menolak dengan ke 2 tangan tumpuan pada saat ke 2 kaki akan
mendarat di lantai.
Cara
melakukan :
a.
Melakukan hand stand (bagi anak yang belum bisa melakukan hand
stand dilakukan dengan bantuan). Mengangkat 1 tangan dari lantai, tangan kanan
dan kiri bergantian.
b.
Sama dengan atas, tetapi tangan yang diangkat ditempatkan di
depan, kemudian memindahkan tangan yang lain disisi tangan yang pertama tadi,
badan berputar pada sumbu tegak. Pada latihan 1 dan 2 saat kembali berdiri dengan
cara bebas.
c.
Melakukan hand stand dengan meletakkan ke 2 tangan menghadap
arah datang, jadi pada saat ke 2 tangan mendekat ke lantai, ke 2 tangan diputar
sedemikian hingga ujung jari menghadap arah datang. Pada latihan ini tetap
dibantu hingga sikap hand
d.
Melakukan latihan 3. Pada saat ke 2 kaki rapat akan turun dengan
tolakan ke 2 tangan meninggalkan lantai.
e.
Melakukan latihan 3 dan 4 dengan irama yang cepat. Bila perlu
tetap dibantu, terutama sikap hand stand yang berlangsung sangat singkat.Agar
bisa melatih kekuatan tangannya dengan baik.
f.
Melakukan latihan 5, yang dilakukan cepat dengan awalan 2/3
langkah. Dengan tangan langsung menyentuh matras dan kemudian kaki langsung
lurus ke atas.
8.
Lompat Kangkang
Lompatan dengan
panggul ditekuk atau menyudut yaitu lompatan dengan membuat sikap
kangkang tanpa meluruskan badan terlebih dahulu.
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
Teknik pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
a.
Setelah awalan dan take off. angkat panggul tinggi-tinggi
b.
Pada saat tangan menyentuh peti atau kuda lompat, panggul
ditekuk, tangan dibuka (gerakan ke samping).
c.
Tolakan tangan kuat dengan mengangkat dada dan kepala ke arah
atas.
d. Setelah kaki melewati
peti lompat, luruskan badan dan rapatkan tungkai sebelum mendarat.
e.
Mendaratkan kedua kaki dengan rapat, lutut agak ditekuk.
9.
Head Stand
a.
Berdiri dengan kepala adalah sikap tegak dengan bertumpu pada
kepala dan ditopang oleh kedua tangan.
b.
Sikap permulaan membungkuk bertumpu pada dahi dan tangan. Dahi
dan tangan membentuk segitiga sama sisi.
c.
Angkat tungkai ke atas satu per satu bersamaan. Untuk menjaga
agar badan tidak mengguling ke depan, panggul ke depan, dan punggung
membusur.
d.
Berakhir pada sikap badan tegak, dan tungkai rapat lurus ke
atas.
Kesalahan-kesalahan
yang sering dilakukan saat melakukan head stand yaitu:
a.
Penempatan kedua tangan dan kepala tidak membentuk titik-titik
segitiga sama sisi.
b.
Kekakuan pada leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan
paha.
c.
Otot-otot leher, sendi bahu, perut, pinggang, dan paha kurang
kuat.
d. Akibat dari poin b dan
c diatas menyebabkan kurangnya koordinasi dan keseimbangan.
e.
Alas dasar/lantai tempat kepala bertumpu terlalu keras sehingga
menimbulkan rasa sakit.
f.
Terlalu cepat/kuat pada saat menolak.
g.
Sikap tangan yang salah, yaitu jari tangan tidak menghadap
kedepan.
10. Guling
Lenting
Beberapa hal yang
harus diperhatikan ketika melakukan lenting tengkuk :
a.
Sikap Awal
Berdiri tegak dengan kedua kaki rapat dan
kedua lengan diangkat lurus ke atas. Sambil membungkukkan badan, tetakkan
kediua tangan di matras kira-kira satu langkah dari kaki. Setelah itu letakkan
tengkuk di antara kedua tangan sambil mengambil sikap guling depan. Kedua kaki
dijaga agar tetap lurus.
b.
Pelaksanaan
Ketika posisi untuk guling depan tercapai,
segeralah mengguling ke depan. Saat tubuh sudah berada di atas kepala, kedua
kaki segera dilecutkan lurus ke depan sambil dibantu oleh kedua tangan yang
mendorong badan dengan menekan matras. Lecutan ini menyebabkan badan melenting
ke depan.
c.
Sikap Akhir
d. Ketika layangan
selesai, kedua kaki segera mendatar. Badan tetap melenting dan kedua lengan
tetap terangkat lurus. Akhirnya , berdiri tegak.
D. Peraturan
Senam Lantai
Biasanya
merupakan nomor pertama dalam pertandingan atas pertimbangan kesempatan bagi
para pesenam untuk juga berlaku sebagai pemanasan karena gerakan-gerakannya
tidak memerlukan tenaga otot yang luar biasa. Nomor ini mungkin merupakan
tontonan yang paling mengasyikkan dibanding dengan alat-alat lain meskipun sebenarnya
relatif berkembang paling baru. Untuk pertama kali nomor ini sebagai nomor
perseorangan dalam Olympiade 1932 dan bagi wanita baru 20 tahun kemudian.
Senam
lantai sangat populer terutama bagi penyelenggaraan secara massal yang dapat
diikuti oleh ribuan peserta bersama-sama. Gerakan-gerakannya dapat dikerjakan
secara seragam dan membentuk formasi-formasi yagn menarik dan mengesankan. Di
negeri kita sekarang sedang digalakkan apa yang disebut senam pagi Indonesia.
Lantai
pertandingan berukuran 12 m2 dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet
kenyal setebal 0,045 m. Pria tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan
diiringi musik 90 detik. Keduanya bertujuan untuk memberikan kesan kepada para
wasit dengan rangkaian urutan dari berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan
dicampur dengan unsur-unsur lonjakan dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang
menekankan tenaga harus dilakukan secara lambat dan sikap statis
sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus dikerjakan setinggi
bahu.
Peralatan Senam Artistik
1. Bentuk putra ada 6 (enam) alat :
·
Floor exercise (lantai)
Ukuran 12x12 m
·
Pommel horse (kuda-kuda pelana)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.10 m
·
Rings (gelang-gelang)
Tinggi 2.55 m
Jarak 0.50 m
·
Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.35 m
·
Parallelbar (palang sejajar)
Panjang 3.50 m
Jarak 0.48 s/d 0.52 m
Tinggi 1.75 m
·
Horizontal bar (palang tunggal)
Panjang 2.40 m
Tinggi 2.55 m
2. Untuk puteri ada 4 (empat) alat :
·
Horse vault (kuda-kuda lompat)
Panjang 1.60 m
Tinggi 1.20 m
·
Uneven bars (palang bertingkat)
Panjang 2.40 m
Tinggi palang bawah 1.50 m
Tinggi palang atas 2.30 m
·
Balance beam (balok keseimbangan)
Panjang 5.00 m
Tinggi 1.20 m
·
Floor exercise (lantai)
Ukuran 12 x 12 m
BAB III
PENUTUP
A. Simpulan
Dari
pemaparan makalah teori diatas, dapat disimpulkan bahwa:
·
Belum bisa diketahui dengan pasti, pada tahun beberapa Jenis
cabang olahraga senam ini dtemukan, tetapi setiap negara memiliki keterangan
dan tanda-tanda adanya aktivitas senam. Misalnya pada jaman kuno (2000-1000 SM)
di negara Cina terdapat kegiatan yang bertujuan sebagai sarana penyembuhan dan
pengobatan, di India dikenal latihan yoga sebagai senam estetis, di Mesir ada
latihan senam yang menyerupai gymnastic Jerman Kuno, dan di Jerman Kuno sendiri
dapat dilihat lukisan-lukisan jambangan-jambangan di kota Kreta sekitar tahun
2000 SM.
·
Dapat disimpulkan bahwa ada beberapa jenis senam lantai, antara
lain:
Ø Berguling (Roll) Depan
dan Belakang
Ø Kayang
Ø Sikap Lilin
Ø Guling Lenting
Ø Berguling ke depan
dilanjutkan lenting tengkuk / kepala
Ø Berdiri
Tangan (Hand Stand)
Ø Meroda
·
Agar berhasil dalam Cara melakukan Roll depan dan belakang, pada
dasarnya adalah yang sangat perlu diperhatikan adalah sikap awalan, pertengahan
dan akhiran yang bila dilakukan sesuai aturan dan kaidah pelaksanaannya yang
harus dilakukan secara benar dan penuh ketelitian
·
Sebaliknya, kesalahan pada saat melakukan roll depan dan
belakang adalah kurang memperhatikan sikap awalan, pertengahan dan akhiran.
Serta kurangnya keseriusan dalam melaksanakan hal tersebut. Gerakan yang salah
akan berakibat fatal bagi yang melakukannya
·
Dalam pelaksanaan lomba, senam lantai memiliki peraturan
yaitu Lantai pertandingan berukuran 12 m2
dalam ruang yang berukurang 14 m2 dilapisi karpet kenyal setebal 0,045 m. Pria
tampil dalam waktu 70 detik dan wanita dengan diiringi musik 90 detik. Keduanya
bertujuan untuk memberikan kesan kepada para wasit dengan rangkaian urutan dari
berbagai lompatan, putaran, keseimbnagan dicampur dengan unsur-unsur lonjakan
dan akrobatik. Gerakan-gerakan yang menekankan tenaga harus dilakukan secara
lambat dan sikap statis sekurang-kurangnya 2 detik. Gerakan-gerakan salto harus
dikerjakan setinggi bahu.
B. Saran
Berdasarkan hasil study pustaka maka lami sarankan kepada pihak
yang bersangkutan :
1. Pembaca
Harapan
besar kami tertuang pada orang – orang yang membaca Makalah ini semoga bisa
dijadikan sebagai sumber referensi utama maupun tambahan. Dan semoga dengan
adanya pengetahuan dari makalah ini dapat meningkatkan kualitas kerja dimasa
yang akan datang untuk bisa bekerja dan menghasilkan karya ilmiah ataupun
makalah yang berkualitas dan mempunyai dasar nilai dan pengetahuan yang tinggi.
2. Para Teman - Teman Calon
peneliti
Semoga
kita akan bisa selalu belajar hal yang lebih baik dan lebih banyak dari apa
yang telah kita perbuat saat ini dan yakinkan dalam diri anda suatu saat
bahwa kita bisa diatas orang lain.
Semangat
teman – teman, yakinkan bahwa kita bisa membuat yang lebih dari apa yang
telah kita perbuat saat ini.
3. Pak Guru Pembimbing
yang tercinta (Babra Karmal, S.Pd)
Terimakasih
atas bimbingan dari bapak selama kurang lebih satu tahun sehingga kami biasa
dibekali banyak ilmu dan manfaat dari pelajaran penjaskes ini sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
https://www.blogger.com/blogger.g?blogID=2664705621102185597#editor/target=post;postID=6547749168648790306


Tidak ada komentar:
Posting Komentar